Minggu, 19 Februari 2017

Minggu Sore Percepat Langkahmu

Minggu sore di suatu taman. Malam ternyata agak terlambat datang. Tak ada kunang-kunang yang lupa jalan pulang. Lembap udara menyeruakkan pertanda hujan.

Minggu sore menjelang datang Senin. Buruh pabrik kerja bergilir tak sedang berlibur. Buruh tani mungkin baru saja selesai tandur. Buruh berdasi entah mengapa membenci Senin.

Minggu sore tuntas di atas kanvas digital. Buku-buku entah kapan tuntas dibaca. Desas-desus dan realita tak lagi berbeda. Sama-sama dijadikan pembenaran atas nama moral intelektual.

Minggu sore telah berganti malam. Lirih dalam rinai hujan dan kesepian. Ada yang sedang mengutuki kegelapan. Lilin harapan itu perlahan makin temaram.

Minggu sore percepat langkahmu. Agar kutukan tak membelenggumu. Hingga harapan kelak membebaskanmu. Dari retorika dan hal-hal yang tak perlu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar